Kerajinan Anyaman di Desa Tempirai

Tempirai, 27 Desember 2017
Anyaman merupakan kegiatan yang dilakukan oleh ibu-ibu di Desa Tempirai kegiatan ini merupakan kegiatan sampingan untuk menambah penghasilan sehari-hari .

Anyaman ini sudah jarang di lakukan oleh masyarakat Desa Tempirai oleh kerena pendapatan yang kurang menjanjikan disebabkan oleh peminat anyaman ini sudah berkurang dikarena masyarakat sekarang lebih senang manggunakan produksi yang modern. Selain itu faktor minat yang membuat ayaman ini sudah berkurang kebanyakan kegiatan ini dilakukan oleh ibu-ibu yang sudah berlanjut usia sekitar diatas umur 50 tahun , sangat jarang pemuda pemudi yang minat belajar membuat anyaman ini .

Pengerajin Anyaman Sedang Membuat Nampa

Selain faktor kurangnya minat dalam membuat anyaman tersebut faktor yang membuat produksi anyaman ini berkurang adalah kurangnya pesanan masyarakat , bahan pembuatan anyaman sudah langka , harga jual yang telalu rendah , dan minat masyarakat sudah berkurang.

Jenis Anyaman Desa Tempirai

Anyaman yang sering dibuat oleh ibu – ibu di Desa Tempirai di antaranya anyaman bambu dan anyaman rumbai ( sejenis jerami ) dimana hasil yang berupa (dalam bahasa Tempirai) : Nirau , tudung atau topi , sangkek , kanjang atau keranjang , bakul , tiko atau tikar.

Salah satu pengerajin di Desa Tempirai bernama ibu luniati berharap pemerintah dapat memperhatikan para pengerajin yang ada khususnya di Desa Tempirai agar lebih diperhatikan baik segi dana maupun segi pemasaran karena para pengerajin kesulitan dalam hal dana dan cara pemasaran sehingga para pengerajin anyaman ini sulit dalam mendapatkan penghasilan yang memadai dan mereka juga berharap agar nyaman di desa tempirai tidak terancam hilang, padahal ini merupakan warisan dari nenek moyang yang harus di lestarikan oleh masyarakat Desa Tempirai.

Hasil Anyaman

“ Kami berharap agar pemerintah desa memperhatikan kami dalam hal dana agar produksi kami lebih meningkat serta membantu kami dalam hal cara pemasaran dan memberi pelatihan kepada kami agar anyaman tersebut bisa diminati masyarkat , saya berharap agar anyaman ini tetap terjaga dan tetap ada karena ini merupakan warisan nenek moyang kita “ tutur ibu luniati,(27/12/2017).

Saat ini Pemerintah Desa sedang mencari solusi agar anyaman ini bisa diminati masyarakat dan tetap terjaga kelestariaan budaya anyaman ini khusunya di Desa Tempirai.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan